Pada tanggal 20, Brand Finance, sebuah lembaga valuasi merek yang berkantor pusat di London, Inggris, merilis laporan di Davos, Swiss, yang sangat memuji nilai global merek-merek Tiongkok dan kekuatan lunak Tiongkok. David Haigh, pendiri dan ketua Brand Finance, menyatakan bahwa merek-merek Tiongkok menunjukkan kemampuan adaptasi dan inovasi yang kuat, dan diharapkan akan semakin meningkatkan kekuatan diskursus merek global mereka.
Dalam laporan "2026 Global Top 500 Brands by Brand Finance", Brand Finance menyatakan bahwa Tiongkok merupakan pendorong signifikan pertumbuhan nilai merek global. Laporan tersebut mengungkapkan bahwa valuasi keseluruhan merek Tiongkok dalam daftar tersebut mencapai rekor tertinggi, dengan 68 merek Tiongkok masuk dalam daftar Global Top 500, menyumbang 15,1% dari total valuasi Global Top 500. Dalam hal jumlah merek dalam daftar, Tiongkok menempati peringkat kedua, hanya di belakang Amerika Serikat. Beberapa merek Tiongkok berada di garis depan industri masing-masing secara global, dengan kinerja yang sangat luar biasa di sektor teknologi, utilitas, keuangan, dan sektor lainnya.
Laporan lain berjudul "Global Soft Power Index 2026" menunjukkan bahwa Tiongkok adalah satu-satunya negara di antara 10 besar yang mengalami peningkatan peringkat, dan menduduki peringkat pertama secara global dalam berbagai indikator. Brand Finance menyatakan bahwa kekuatan lunak Tiongkok terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir, berkat perencanaan jangka panjang, termasuk investasi terkait pembangunan bersama Inisiatif Sabuk dan Jalan, kemajuan teknologi, reformasi pembangunan berkelanjutan, penciptaan merek produk global, dan promosi pertukaran budaya.
Laporan tersebut menyatakan bahwa audiens global kini memandang Tiongkok sebagai negara yang menawarkan pengalaman intim dan resonansi budaya. Pengakuan internasional terhadap pariwisata Tiongkok telah meningkat, mencerminkan daya tarik kota-kota Tiongkok, warisan budaya, dan sumber daya rekreasi yang semakin besar, didorong oleh kebijakan fasilitasi visa dan pertukaran antar masyarakat. Fenomena budaya seperti mainan desainer "Labubu" yang populer secara global pada tahun 2025, ditambah dengan pengakuan tinggi terhadap merek-merek Tiongkok dan pertumbuhan ekspor kendaraan energi baru, semakin memperluas pengaruh Tiongkok.
Brand Finance, didirikan pada tahun 1996, adalah konsultan valuasi merek terkemuka di dunia. Laporan tahunannya, seperti Global Top 500 Most Valuable Brands, telah menjadi referensi penting untuk mengukur nilai merek global melalui metode valuasi berbasis data dan penelitian lintas industri.